Bandar Lampung (MUHISA) – Pengajian Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sukarame yang dilaksanakan hari ini (25/02/2023) mengambil tema penguatan kelembagaan dan kepemimpinan bertempat di masjid Baiturrahim Komplek Muhammadiyah Sukarame dengan pemateri Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Lampung Endang Susilo Wati, A.Md.
Umi Endang panggilan akrabnya dalam penyampaian ‘Aisyiyah merupakan gerakan perempuan muslim pertama di Indonesia selama Satu Abad (1335-1336 H). Aisyiyah ini konsisten memberikan kotribusi terhadap kemajuan bangsa. Kiprah Aisyiyah diwujudkan dalam kegiatan DIAMNM (Dakwah Islam Amar Ma’ruf Nahi Munkar) dan Tajdid yang mengandung nilai membebaskan, memberdayakan dan memajukan. ‘Aisyiyah juga fokus membangun dari segi Amal Usaha seperti lembaga pendidikan baik sekolah maupun kampus ‘Aisyiyah tentunya keberhasilan Gerakan ‘Aisyiyah tidak lepas dari kegigihan, militansi, dan ghirah perjuangan setiap kader.
Dalam perjalanan organisai ini tentunya tidak terlepas dari persoalan-persoalan internal seperti:
- Persoalan Ideologi & Komitmen
- Persoalan Wawasan, komunikasi dan manajerial
- Persoalan transformasi kader.
Dalam menghadapi segala permasalahan yang tejadi pentingnya penguatan kepemimpinan seperti:
- Meningkatkan kualitas pimpinan dan kadar sebagai penggerak organisasi di setiap level
- Meningkatkan dan menguatkan ideologi Muhammadiyah dan nilai-nilai perjuangan Aisyiyah untuk meningkatkan girah perjuangan dan dinamisasi Aisyiyah
- Menguatkan kesadaran dan pemahaman tentang nilai-nilai amal saleh, dakwah, tajdid dan jihad
- Membangun kultur budaya yang berorientasi pada pengembangan pemikiran yang berbasis Islam berkemajuan, kajian diskusi, dialog, seminar tentang isu-isu keumatan, kebangsaan, dan dunia kemanusiaan universal
Dalam membangun organisasi harus ada kebiasaan/budaya Organisasi yang dikembangkan seperti:
- Berpaham Islam yang berkemajuan
- Ikhlas, jujur dan amanah
- Cerdas dan berilmu
- Moderat dan bijaksana
- Etos kerja tinggi, disiplin dan produktif
- Adil dan memuliakan manusia
- Berjiwa Al-Ma’un
- Gemar beramal dan berusaha
- Berorganisasi dan bekerjasama
Penguatan kelembagaan
Memasuki abad ke-2 Aisyiyah penguatan kelembagaan menjadi isu yang sangat penting di tengah tantangan baik internal maupun eksternal
- Penguatan cabang dan ranting
- Pengembangan organisasi
- Sistem komunikasi dan informasi
- Fungsi manajerial dan SDM dan
- Sinergi program
Kepemimpinan (Imamah Ri’ayah)
Amanah kepemimpinan :
- Masa Khalifah (Q.S Al Baqarah(2) : 30
- Etika tauhid dan etika amanah (Q.S Shad (38) : 20
- Spiritualitas, al-qawiyyu, al aminu (kompetensi profesional, kepribadian sosial)
Amanah Kepemimpinan Aisyiyah kedepan:
- Amanah Muktamar
- Amanah Musyawarah Wilayah (Musywil)
- Musyawarah Daerah (Musyda)
- Musyawarah Cabang (Musycab)
- Musyawarah Ranting (Musyran)
Terakhir pemateri berpesan mengambil kata dari pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan “Untuk menjadi orang Islam apalagi seorang pemimpin, seharusnya mempunyai sifat-sifat yang terpuji, disamping mempunyai kualitasi pribadi yang menonjol. Pemimpin seharusnya memelopori suatu perbuatan dan memberi contoh tauladan”.
Kegiatan pengajian ini berakhir jam 11.05. Hadir guru-guru dari MIT, MTs dan MA Muhammadiyah Sukarame beserta seluruh pengurus cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sukarame Kota Bandar Lampung. (Kontributor/Rosdiana)

