Bandar Lampung – MTs Muhammadiyah Sukarame melaksanakan kegiatan rapat dan pembinaan guru dan staff MTs Muhammadiyah Sukarame oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandar Lampung dan Majelis Dikdasmen – PNF Kota Bandar Lampung. Bertempat di gedung MTs Muhammadiyah Sukarame. Rapat tersebut diselenggarakan pada hari Jum’at (19/4) pukul 13.30 wib.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dalam persyarikatan Muhammadiyah Kota Bandar Lampung yaitu Ketua PDM Kota Bandar Lampung, Ayahanda Thabrani M. Zuhri, S.Ag., Ketua Majelis Dikdasmen Kota Bandar Lampung, H. Rosidin, M.Pd.I., serta kepala madrasah, Ibu Hevi Hellen Sofia, S.Pd.I dan seluruh guru dan staff MTs Muhammadiyah Sukarame.
Ketua Majelis Dikdasmen-PNF Kota Bandar Lampung, H. Rosidin, M.Pd.I memberikan pengantar yang inspiratif sebagai pembuka acara. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Majelis Dikdasmen-PNF Kota Bandar Lampung. ” kegiatan ini sudah teragenda resmi oleh majelis dengan araham dari pimpinan daerah Muhammadiyah. Setiap bulan kami PDM dan Majelis road show ke semua sekolah Muhammadiyah Bandar Lampung dan alhamdulillah di bulan syawal ini adalah jadwal kami pembinaan di MTs Muhammadiyah Sukarame. kami dari majelis hanya sebagai pengantar nanti pembinaan nya dari PDM langsung” Ungkap Ayahanda Rosidin dalam pengantarnya.
Dalam sesi pembinaan oleh ketua PDM Kota Bandar Lampung, Ayahanda Thabrani menyampaikan banyak hal yang berkaitan dengan Muhammadiyah di dunia pendidikan terutama di MTs Muhammadiyah Sukarame. “Dengan penuh kesadaran bahwa ini sekolah Muhammadiyah, maka kita juga menjadi bagian dari pesyarikatan itu. Artinya kita memahami apa yang menjadi faham Muhammadiyah. Berharap dengan kesadaran bagaiamana dengan pikiran dan amal ibadah itu sejalan dengan faham Muhamamdiyah.” Jelasnya. “Bagaiamana melahirkan kader kalau gurunya, tenaga pendidiknya ga faham dengan Muhammadiyah. makanya kita semua perlu belajar lagi.” Lanjutnya.
Disela-sela pembinaan, Ayahanda Thabrani juga memberikan ice breaking supaya para guru dan staff tidak tegang dan tidak mengantuk. Mengingat kegiatan ini dilaksanakan siang hari di jam-jam rawan untuk tertidur.
Dengan berakhirnya sesi rapat dan pembinaan, para peserta meninggalkan ruangan dengan bekal pengetahuan dan semangat yang baru untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk mendapatkan pembinaan dan arahan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat sinergi antara semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan dan kemajuan di MTs Muhammadiyah Sukarame. (IT Muhisa/NRL)

